artikel

Ingin Lebih Sehat dan Awet Muda? Bersikaplah Positif!
April 30, 2008 By: cipto Category: Attitude
Salah satu manfaat dari bersikap positif adalah membuat kita lebih sehat dan awet muda. Mengapa bisa begitu ? Karena kesehatan fisik manusia sangat dipengaruhi oleh kesehatan mentalnya.
Banyak study dan penelitian menunjukkan bahwa kesehatan mental, misalnya memiliki sikap positif dan sikap optimis, bisa mempengaruhi kesehatan fisik seseorang.
Sebuah hasil penelitian di Belanda, yang diterbitkan di Archives of General Psychiatry edisi November 2004, menunjukkan bahwa orang-orang yang lebih optimis memiliki resiko kematian yang lebih rendah terhadap suatu penyakit.
Penelitian ini melibatkan lebih dari 900 orang, pria dan wanita, berumur antara 65 tahun sampai 85 tahun, berdasarkan isian kuesioner yang meliputi kesehatan, harga diri, moral, optimisme dan hubungan dengan orang lain. Dilaporkan bahwa orang-orang yang tingkat optimismenya tinggi memiliki resiko kematian 55% lebih rendah untuk semua penyakit dan 23% lebih rendah untuk resiko kematian akibat penyakit jantung (cardiovascular) dibandingkan dengan orang-orang yang memiliki tingkat pesimisme yang tinggi.
Penelitian berikutnya yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Wisconsin-Madison, yang diterbitkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences juga menunjukkan bahwa aktivitas otak yang berkaitan dengan ‘pikiran negatif’ memperlemah sistem kekebalan tubuh.
Orang-orang yang memiliki aktivitas otak yang sangat tinggi di daerah otak ‘pre-frontal cortex’ bagian kanan, yang berkaitan dengan ‘pikiran negatif’ (misalnya sikap pesimis) memiliki respon yang lebih buruk terhadap vaksin influenza. Sedangkan orang-orang yang memiliki aktivitas otak yang tinggi di bagian ‘pre-frontal cortex’ kiri, yang berkaitan dengan emosi positif, lebih bagus respon-nya terhadap vaksin.
Studymenariklainnya dilakukan oleh Dr. Judith Tedlie Moskowitz dari University of California-San Francisco
, yang membuktikan hubungan antara ‘positive feeling’ dengan resiko kematian akibat penyakit AIDS. Penelitian ini melibatkan 407 orang pria penderita HIV/AIDS dari daerah San Francisco antara tahun 1984 sampai 1993 dan lebih dari separohnya kemudian meninggal dunia.
Dr. Judith menemukan bahwa orang-orang yang memiliki skala ‘positive feeling’ tinggi telah menurunkan resiko kematiannya. Namun tidak demikian dengan ‘negative feeling’ yang ternyata tidak memiliki pengaruh yang ’significant’. Artinya bahwa ‘positive feeling’ merupakan ‘active ingredient’ di dalam penanganan penderita pasca terkena HIV/AIDS, untuk memberikan tambahan unsur pelindung atas sistem kekebalan tubuhnya.
Yang terakhir, Dr. Kazuo Murakami, sebagaimana tertulis dalam bukunya The Divine Message of the DNA, bekerjasama dengan perusahaan raksasa hiburan Jepang, Yoshimoto Kogyo Co. Ltd., melakukan eksperimen untuk mempelajari pengaruh dari tawa (salah satu pertanda atau indikasi emosi positif) terhadap penderita diabetes stadium dua.
Dalam penelitian ini, pertama Murakami mengukur glukosa darah para penderita diabetes setelah berpuasa. Setelah itu, sebagian dari mereka diminta mendengarkan kuliah atau ceramah yang tidak lucu sementara sebagian yang lain menonton sebuah pertunjukan komedi. Kemudian, makanan pun dihidangkan lalu diukur kembali kadar glukosa darah mereka setelah makan.
Hasilnya, mereka yang mengikuti kuliah mengalami peningkatan kadar glukosa darah sebesar 123 mg/dl, sementara mereka yang menonton acara komedi hanya mengalami peningkatan sebesar 77 mg/dl. Murakami mengulang percobaan tersebut, dan sekali lagi, mereka yang menyaksikan acara komedi mengalami peningkatan glukosa darah yang jauh lebih kecil daripada mereka yang tidak menyaksikannya.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tawa memiliki pengaruh positif karena dapat menghambat peningkatan kadar glukosa darah yang bermanfaat bagi penderita diabetes. Lebih lanjut Murakami menemukan bahwa dua puluh tiga gen terkativasi berkat tawa. Dan untuk pertama kalinya terbukti bahwa emosi positif dapat memicu tombol genetik manusia. Hasil penemuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Diabetes Care edisi Mei 2003 dan jurnal Psychotherapy and Psychosomatics pada 2006 dan dilaporkan oleh Reuters ke seluruh dunia.
Jelaslah bahwa sikap positif, emosi positif, positive feeling dan sejenisnya memberikan pengaruh yang significant terhadap kesehatan fisik kita. Jadi, bila Anda ingin lebih sehat dan awet muda, milikilah sikap positif, selain tentunya tetap berolah raga secara rutin dan mengatur pola nutrisi Anda. (SA).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: